• ZulaikaNafira

Ingin belajar banyak hal? Keluarlah dari Zona Nyamanmu

Bicara depan orang banyak. Menghadiri acara untuk keperluan bisnis. Menghadapi teman kerja. Semua ini adalah hal yang tidak nyaman, namun harus dilakukan agar kita bisa berkembang secara profesional. Jadi, bagaimana caranya kamu keluar dari zona nyaman? Simpel: Jujur mengenai alasanmu; kenali kekuatanmu dan pergunakan itu; dan yang terakhir; lakukan saja. Jika kamu melakukan kesalahan, jangan khawatir. Itu adalah bagian dari proses belajar.

Ketika kamu harus berbicara di depan orang banyak, lututmu bergetar sebelum sampai ke podium. Ketika kamu ingin memperluas jaringan, kamu lebih memilih gigit kuku daripada beramah taman dengan orang baru. Berbicara lebih banyak dalam sebuah meeting bisa membawa reputasimu menjadi lebih baik, namun kamu lebih takut memilih kata yang salah. Situasi seperti ini ----- yang sangat penting untuk meningkatkan profesionalitas, namun secara pribadi sangat menakutkan ----- sayangnya bisa ditemukan di manapun. Cara gampang untuk merespon situasi ini adalah menghindar. Mengapa harus tidak nyaman ketika kita bisa menghindarinya?


Tetapi masalahnya, tentu saja, hal-hal ini bukan hanya tidak nyaman dilakukan, mereka juga perlu untuk dilakukan. Seiring dengan pertumbuhan kita belajar dan bekerja dalam karir kita, kita seringkali dihadapkan dengan situasi di mana kita harus beradaptasi dalam bertindak. Ini adalah fakta sederhana di dunia kita sekarang. Tanpa adanya kemampuan dan keberanian untuk melangkah, kita bisa kehilangan kesempatan berharga untuk berkembang. Bagaimana cara kita secara profesional berhenti menghindari hal tidak nyaman namun penting ini?


Pertama, Jujur pada diri sendiri.



Saat kamu menolak sebuah kesmpatan untuk berbicara di sebuah konferensi yang besar, apakah itu disebabkan karna kamu tidak memilki waktu, atau kamu terlalu takut untuk naik ke podium untuk berbicara di depan orang banyak? Dan ketika kamu tidak mengkonfrontasi teman kerja yang berbuat sesukanya padamu, apakah itu disebabkan karna kamu percaya ia akan berhenti dengan sendirinya, atau karna kamu terlalu takut terjadi konflik? Lihatlah bagaimana serangkaian alasan yang mendorong kamu untuk menghindari masalah ini membuat kamu bertahan dalam zona nyaman dan tanyalah pada dirimu sendiri apakah hal itu sepadan dengan kesempatan yang kamu hilangkan? Jika orang lain memberikanmu alasan yang sama, apa kamu menganggap alasan orang tersebut masuk akal atau kamu malah menolak?


Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini memang tidak selalu tepat dan jelas, namun kamu tidak akan bisa menanggulangi kurangnya aksimu tanpa memahami motif utamamu di awal.


Kemudian, susunlah strategimu sendiri.



Beberapa orang kesulitan untuk memperbaiki tingkah laku dalam tempat kerja. Mungkin kesulitan untuk berbasa-basi atau mengobrol biasa dengan teman kerja. Namun bisa jadi mudah ketika kamu memilih topik yang kamu pahami dan ketahui. Mungkin kamu kesulitan menciptakan jaringan baru, kecuali dalam skala kecil. Kenali kesempatan ini dan manfaatkanlah---- jangan mengandalkan kebetulan yang menguntungkanmu.


Banyak orang yang kesusahan untuk berusaha keluar dari zona nyaman mereka di kantor dan di kehidupan pribadinya, dan kebanyakan orang mengatasinya dengan menghindar daripada menghadapinya. Kita bisa mencari cara untuk memodifikasi sebuah tugas untuk mengubahnya menjadi lebih mudah dan nyaman untuk dijalankan.


Contohnya; jika kamu mempunyai masalah dengan berbicara tempat yang berisik, carilah sebuah tempat sunyi yang tidak berisik untuk mengobrol atau berbicaralah di lorong atau mungkin luar gedung. Jika kamu mempunyai masalah dengan berbicara depan publik dan memperluas jaringan dengan orang banyak, bertemulah dengan skala lebih kecil seperti berbincang di kedai kopi dengan segelintir orang yang ingin kamu ajak berbisnis.


Dan yang terakhir, terjunlah ke dalam.



Untuk keluar dari zona nyaman, yang harus dilakukan hanyalah melangkah keluar, walaupun itu tidak nyaman untuk dilakukan. Tempatkan dirimu dalam situasi di mana tidak ada jalan lain selain terjun. Ketika kamu sudah memaksakan diri untuk terjun, mungkin saja kamu menemukan bahwa apa yang kamu takutkan selama ini tidak seburuk yang kamu bayangkan.


Contohnya; Seorang mahasiswa mempunyai ketakutan untuk berbicara di depan orang banyak. Mahasiswa tersebut malah memilih kelas yang mengharuskan si mahasiswa untuk berpidato di depan kelas menggunakan kertas contekan setiap pertemuan. Kemudian, setelah pertemuan ketiga atau keempat, kertas contekan tersebut dikumpulkan dan para mahasiswa diminta untuk berpidato secara spontan tentang apapun yang mereka bisa ingat. Mahasiswa tersebut pada awalnya tentu saja ketakutan, pada awalnya. Namun lambat laun, masalahnya teratasi karena mahasiswa tersebut dapat melakukan pidato tersebut sebaik teman-temannya. Bahkan berbicara tanpa kertas contekan membuat si mahasiswa berbicara lebih lugas dan natural. Jika tidak menempatkan diri di situasi dan sebuah mekanisme yang memaksa mahasiswa tersebut melakukan pidato tanpa pilihan lain, mungkin mahasiswa tersebut tidak akan pernah terjun dan akan selalu takut berbicara depan publik.


Mulailah dengan hal kecil. Daripada langsung berbicara di depan ribuan orang depan sebuah event, mulailah ikut kursus public speaking. Daripada langsung terjun berbicara dengan boss besar dan semua koleganya, mulailah dari berbicara di depan sekumpulan teman sejawat untuk latihan dulu. Dan mulai tanya rekan kerja apa mereka punya masukan lain untuk kegiatan menantang selanjutnya.


Kamu mungkin akan tersandung, tapi itu tidak masalah. Malah itu adalah salah satu cara efektif untuk belajar. Menghargai kesalahan yang kamu lakukan itu besar terkadang terjadi adalah bagian dari pembelajaran. Pada akhirnya, walaupun kita merasa lemah di luar zona nyaman kita, kita lebih kuat daripada yang kita kira. Karena untuk melangkah pertama pun dibutuhkan keberanian yang besar. Jadi, cobalah. Jujur pada diri sendiri, susun strategimu sendiri, dan terjun. Kamu akan merasakan kepuasan karna memberikan dirimu sendiri sebuah kesempatan untuk belajar, berkembang dan melesat jauh ke depan.


Sumber : Andy Molinsky at Harvard Business Review

KONTAK KAMI

021 - 421 - 4120

WA.png

0813 - 1776 - 5289

PEMBAYARAN

Pt. Hayookerja Abhinaya Indonesia
Bank Central Asia [ BCA ]

8310 - 15 - 7989

Note:

Hati-hati penipuan atas nama hayokerja.com, kami hanya menerima pembayaran melalui rekening diatas

ALAMAT

Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok G No.11, RW.8, Sumur Batu, Kec.Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10640

OUR SOCIAL MEDIA

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
WHATSAPP 2.png

Total Visitor

©2020 HayoKerja. All Rights Reserved.