• ZulaikaNafira

Cara Ampuh Menaklukkan Interview Pekerjaan

Tips dan trik untuk menjawab pertanyaan jebakan saat interview.


Telah banyak kejadian di mana orang gagal mendapatkan pekerjaan karena gagal menjawab pertanyaan saat sedang interview. Mungkin disebabkan faktor gugup, nge-blank atau tidak siap menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Tak jarang juga kita merasa menyesal karena baru sadar bahwa kita bisa menjawab pertanyaan dari questioner ketika interview sudah selesai.


Ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui untuk menghindari hal-hal tersebut terjadi dan kita datang interview dengan lebih siap dan lebih percaya diri. Perlu diketahui bahwa pertanyaan questioner biasanya bersifat menjebak, untuk itu kita perlu berhati-hati dan memikirkan dengan matang sebelum menjawab sebuah pertanyaan.


Berikut ini adalah pertanyaan- pertanyaan yang biasa ditanyakan saat interview dan beberapa tips menjawabnya agar kita bisa memberikan kesan baik tentang diri kita pada saat kita sedang melamar sebuah pekerjaan.



1. Apa kekurangan Anda?


Sebelum bertemu pewawancara, pikirkan baik-baik jawaban dari pertanyaan ini. Ini pertanyaan yang cukup menjebak. Karena di pertanyaan ini kita akan dinilai apakah kita mengenal diri kita sendiri dan apakah akan ada usaha untuk memperbaiki diri. Cara untuk menghadapi pertanyaan seperti ini adalah memikirkan sebuah jawaban negatif yang sebenarnya bersifat positif atau menguntungkan untuk perusahaan.


Misalnya, “Saya sangat memperhatikan detail dan di beberapa industri, terlalu mendetail bisa membutuhkan waktu lama sehingga kurang diperlukan. Namun di posisi akunting yang saya lamar ini, saya rasa saya bisa bekerja dengan baik dan nyaman" atau contoh lainnya, "Saya terlalu work-a-holic. Terkadang demi menyelesaikans ebuah pekerjaan, saya sampai lupa istirahat bahkan makan. Saya kadang terlalu fokus untuk menyelesaikan tugas saya dengan cepat."


Namun perlu diingat bahwa apapun yang kita katakan harus ada kebenarannya alias jangan bohong. Karena ini mungkin cara ampuh untuk mendapatkan sebuah pekerjaan namun kita juga harus bisa membuktikannya dengan hasil kerja yang baik agar perusahaan melihat bahwa apa yang kita ucapkan adalah benar adanya.



2. Mengapa Anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya?


Sebisa mungkin kita tidak mengucapkan hal-hal negatif tentang tempat bekerja sebelumnya. Bahkan jika memang kita mempunyai masalah dengan tempat kerja kita sebelumnya, lebih baik mengusahakan untuk bersikap netral dan menjawab secukupnya.


Misalnya, “Tempat bekerja saya sebelumnya bukan tempat yang tepat untuk kepribadian saya yang senang berkreasi bebas. Namun dari sana saya mempelajari bahwa dalam sebuah organisasi memiliki sebuah tipe karakteristik tertentu seperti layaknya manusia. Sekarang saya mengetahui bahwa saya akan bekerja lebih baik di tempat yang memerlukan pemikir-pemikir independen dan memiliki metode bekerja yang berbeda dari tempat saya sebelum ini.”


Dari jawaban ini, kita akan dinilai kepribadiannya. Jika kita mengucapkan hal-hal buruk tentang tempat kerja kita sebelumnya, berarti kita adalah pribadi yang gampang menjelekkan sesuatu atau seseorang ke orang yang baru saja kita kenal. Bisa juga kita dinilai sebagai orang yang tidak kompeten dalam pekerjaan dan jadi bahan pertimbangan berat untuk mempekerjakan kita.



3. Mengapa Anda ingin bekerja di sini?


Untuk menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan kemauan untuk meneliti dan mencari tahu tentang tempat yang dituju. Cari tahu sedikit banyak tentang latar belakang perusahaan tersebut sebelum berangkat interview.


Misal, “Saya ingin menjadi bagian dari perusahaan global yang dalam satu tahun saja bisa menginvestasikan 1,4 triliun rupiah hanya untuk riset dan pengembangan proses industri yang ramah lingkungan.”


Dengan menjawab pertanyaan ini, kita akan dilihat sebagai orang yang memang punya keinginan besar untuk bekerja di perusahaan yang mewawancarai kita. Hanya dengan modal sedikit browsing dan bertanya-tanya sekitar, kita akan dianggap sebagai pribadi yang teliti dan ini adalah sebuah poin plus untuk seseorang yang sedang melamar sebuah pekerjaan.



4. Ceritakan tentang diri Anda


Di sinilah kesempatan kita untuk unjuk gigi, tapi bukan untuk menceritakan sejarah hidup Anda. Mulai dengan karakter dan kepribadian kita sebagai manusia, penghargaan atau prestasi yang pernah dicapai, pendidikan, atau pekerjaan yang relevan dengan posisi yang dituju. Jangan terlalu banyak mendalam ke informasi personal kecuali informasi tersebut berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar.


Misalnya, “Saya tipe yang senang berkreativitas. Saya sudah menjadi sales manager selama 5 tahun dan menggunakan kreativitas saya untuk menciptakan insentif-insentif unik untuk membuat para sales di bawah saya termotivasi. Karena ide-ide tersebut, tim sales saya mendapatkan banyak penghargaan dari perusahaan.”


Pertanyaan ini dilontarkan untuk melihat prestasi apa yang kita punya. Tapi, jangan terlalu berlebihan dalam bercerita. Sebisa mungkin tetap menunjukkan sisi rendah diri agar kita tidak dicap sebagai orang yang ingin pamer. Questioner perlu tahu juga kita siapa dan mempunyai sifat seperti apa, jadi usahakan tetap menjawab dengan sebenar-benarnya. Tunjukan kualitas yang disertai sifat rendah hati.



5. Ceritakan tentang bos terburuk yang pernah Anda temui


Meskipun jarang, namun terkadang ada pertanyaan seperti ini. Pertanyaan semacam ini awalnya memang terlihat sebagai “sarana” baik untuk bercurhat tentang si mantan bos yang menyebalkan itu, namun kita harus menahan godaan itu.


Alih-alih cobalah bersikap bijaksana, misalnya, “Meski tak ada mantan atasan saya yang menyebalkan, namun ada yang mengajarkan saya lebih banyak tentang bermacam hal ketimbang yang lainnya.”


Biar bagaimanapun ramahnya atau akrab, questioner tugasnya adalah mencari tahu siapa diri kita dan apakah kita layak untuk bekerja di perusahaan mereka. Jika kita menjawab yang buruk, walaupun mungkin kita menceritakan hal yang jujur dan memang pernah terjadi, kita tetap akan dianggap sebagai pribadi yang suka bad mouthing atau menggossipkan orang lain. Bisa saja kita tidak diterima karena mereka takut jika kita kerja dengan mereka dan sewaktu-waktu kita keluar atau dipecat, kita akan mengatakan hal yang sama tentang mereka saat kita interview di tempat pekerjaan yang baru.



6. Apa gol yang ingin Anda tuju?


Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang baik untuk dijawab sesuai dengan pernyataan tentang tujuan hidup yang tertulis di surat lamaran kita. Usahakan untuk menjawab secara detail, namun tidak berlebihan.


Misalnya, “Saya ingin bekerja sebagai teknik sipil di sebuah perusahaan yang berkonsentrasi pada pengembangan ritel. Secara ideal, saya ingin bekerja di perusahaan yang baru berkembang, seperti tempat ini, agar saya bisa bisa mempelajari segala hal yang bisa saya pelajari sedini mungkin mengenai banyak hal di perusahaan yang sedang berkembang.”


Namun ada pula tempat-tempat tertentu yang mengharapkan jawaban jujur dari calon pekerjanya, misalnya dengan mengatakan bahwa kita mencari penghasilan yang lebih baik. Sebaiknya perhatikan pula karakter si pewawancara agar kita tidak dianggap menjadi orang yang terlalu banyak kata-kata manis hanya demi mendapatkan pekerjaan ini. Dengan menjawab kita menginginkan gaji yang lebih, kita akan dinilai jujur dan rasional karena memang itu kan tujuan orang mencari kerja yang lebih baik?



7. Jika Anda diterima, apa yang akan Anda lakukan?


Baiknya sebelum berangkat interview, hal ini sudah dipikirkan baik-baik. Kita tidak boleh terlihat datang dengan tangan kosong. Tentunya hal ini akan jadi mudah jika kita sudah tahu latar belakang perusahaan yang kita tuju seperti yang telah dijelaskan di nomer 3 di atas. Buatlah beberapa plan singkat untuk beberapa waktu ke depan tentang apa yang akan kita kerjakan jika kita diterima dalam pekerjaan ini yang berhubungan dengan posisi yang kita harapkan.


Misalnya, "Saya lihat perusahaan ini adalah perusahaan yang mempunyai banyak potensi. Jika saya diterima, saya akan membuat plan untuk memperluas jaringan perusahaan ke ranah digital. Ini adalah era modernisasi, kita harus memanfaatkan sarana yang ada dan jika anda mempekerjakan saya, niscaya saya akan mewujudkan itu. Karena saya sudah tertarik bekerja di sini dan akan lebih bangga jika saya bisa membantu perusahaan ini menjadi lebih maju."


Jangan membuat plan yang tidak bisa kita realisasikan. Dalam menyusun rancangannya, kita harus berpikir seolah kita sudah bekerja di perusahaan tersebut. Anggap saja seperti mengerjakan PR yang kita sudah kerjakan bahkan sebelum diberikan oleh sang guru. Dengan demikian, jika kita diterima, kita sudah tahu apa yang bisa kita lakukan untuk langkah pertama kerja di perusahaan tersebut.


Demikian beberapa tips menjawab pertanyaan yang sering diajukan ketika sedang diinterview. Jangan lupa untuk tetap berdoa dan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin jika diterima. Silahkan Mencoba, Selamat Bekerja!



Untuk kalian yang ingin bekerja dan mencoba metode interview di atas namun belum tahu ingin melamar di mana, langsung saja ke www.hayokerja.com ya!

42 tampilan0 komentar