• hansen

Banyak lulusan sarjana, tapi perusahaan susah mendapatkan tenaga kerja?

Benarkah perusahaan susah mendapatkan tenaga kerja? Yuk mari kita lihat detailnya!

Masalah pengangguran dan ketenagakerjaan sampai saat ini masih menjadi perhatian utama disetiap negara di dunia khususnya dinegara yang sedang berkembang ini. Kedua masalah tersebut merupakan satu kesatuan yang keduanya menciptakan dualisme permasalahan yang saling bertentangan antar satu dengan yang lainnya.

Dalam Data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran per bulan Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Bila dibandingkan dengan Februari 2020 yang sebanyak 6,93 juta, jumlah ini meningkat 1,82 juta orang. Hal ini menjadi masalah umum ketenagakerjaan di Indonesia terkait dengan keterbatasan daya serap perekonomian dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang terus mengalami peningkatan.

Dalam dunia kerja, banyak orang berpikir masalah terbesar yang terjadi adalah kurangnya lapangan pekerjaan tersedia. Padahal kenyataannya, masalah yang terjadi adalah banyak perusahaan merasa kesulitan dalam mencocokan lowongan kerja tersedia dengan kemampuan yang dimiliki calon pelamar.

Dilansir dari Merdeka.com (2020), Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, memperkirakan akan ada 2,3 juta sampai 2,9 juta lapangan kerja baru tercipta di 2021. Angka tersebut sebenarnya belum melampaui jumlah pengangguran yang ada, bahkan jumlah lapangan kerja yang mencapai 2,3 juta sampai 2,9 juta ini belum tentu bisa diisi oleh 8,75 juta orang yang menganggur . dikarenakan banyaknya perusahaan merasa skill yang dimiliki calon pelamar tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Akibatnya, banyak perusahaan merasa kesulitan mengisi berbagai posisi yang ada dengan tenaga kerja yang berpengalaman dan terdidik.